Gunung Sindur, 18 September 2025 – Lapas Narkotika Gunung Sindur menghadirkan terobosan nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peternakan ayam petelur yang memanfaatkan area branggang lapas. Program ini dijalankan sebagai implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dan wujud pelaksanaan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dengan jumlah 445 ekor ayam, peternakan ini mampu menghasilkan 22 kilogram telur segar setiap harinya. Proses pemeliharaan memerlukan sekitar 50 kilogram pakan per hari, di mana sebagian kebutuhan dipenuhi dari pakan alternatif hasil penggilingan beras yang dikelola lapas. Inovasi ini menambah efisiensi dan mendukung keberlanjutan peternakan.
| Peternakan Ayam Petelur di Lapas Narkotika Gunung Sindur ( dok : Humas de’ Guns ) |
Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur bersama Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) melakukan pengawasan langsung terhadap jalannya kegiatan. Program ini juga dirancang sebagai sarana keterampilan warga binaan, agar mereka memiliki bekal produktif saat kembali ke masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga memberikan nilai pembinaan.
Hasil telur digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, dipasarkan ke UMKM, dan dijual kepada masyarakat sekitar. Inisiatif ini menegaskan komitmen Lapas Narkotika Gunung Sindur dalam menghadirkan manfaat luas melalui ketahanan pangan, pembinaan warga binaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
![]() |
| Peternakan Ayam Petelur Memanfaatkan Area Branggang Lapas Narkotika Gunung Sindur ( dok : Humas de’Guns ) |
.png)
Komentar
Posting Komentar